Minggu, 30 November 2014

Bupati Banjar Tebar Kiat Memimpin di BI

Kemajuan pembangunan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mendapat apresiasi. Kemarin, Bupati Sultan Khairul Saleh didaulat menjadi narasumber pelatihan bagi 37 calon pimpinan kantor Bank Indonesia se-Indonesia, di Jakarta.

“Kami ingin Bupati Banjar memaparkan teknik dan seni memimpin. Keberhasilan bupati memimpin daerahnya menjadi bahan masukan bagi calon pimpinan Bank Indonesia ke depan,“ papar Aseng Mulyana, perwakilan Bank Indonesia.

Dia menilai Bupati Banjar memiliki integritas, kejujuran, komitmen, positive thinking, dan banyak prestasi. Bupati Banjar juga memiliki kemampuan untuk memberikan informasi kepemimpinan karena berhasil membawa Kabupaten Banjar meraih berbagai prestasi.
Selain itu, lanjut dia, tantangan, kendala, dan permasalahan yang dihadapi Sultan Khairul Salah di Banjar memiliki kekhasan tersendiri.

“Kami juga belajar bagaimana strategi sang Bupati untuk meretas semua itu.Dari dia, kami belajar fungsi pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan,“ lanjut Aseng Mulyana.

Dalam pelatihan itu, Sultan Khairul mengungkapkan APBD Kabupaten Banjar pada 2005 silam hanya mencapai Rp271 miliar. Dengan sejumlah upaya yang dilakukan bersama masyarakat, pada 2014 ini, jumlahnya naik empat kali lipat menjadi Rp1,2 triliun.

“Kenaikan APBD itu seiring dengan berkembangnya pendapatan asli daerah (PAD) yang kami hasilkan. Pada 2005 lalu, PAD kami hanya Rp13,8 miliar, dan tahun lalu sudah bisa mencapai Rp190 miliar,“ tandas Bupati Banjar.
Selain calon deputi direktur, pelatihan itu juga diikuti para kepala kantor wilayah, dan kepala kantor regional Bank Indonesia se-Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Sultan Khairul Saleh, Kabupaten Banjar mengalami banyak kemajuan dalam produksi pertaniannya. Untuk mendukung bidang itu, Sultan Khairul sangat memedulikan pembangunan infrastruktur pertanian, di antaranya jaringan jalan perdesaan.Program tersebut sangat berguna untuk mobilitas pemasaran hasil pertanian.

Kerja keras dan pengerahan dana yang maksimal telah membuat jalan yang melintasi 277 desa di 20 kecamatan dalam kondisi baik. Total panjang jalan berstatus kabupaten mencapai 781,39 kilometer dan 1.116 kilometer berstatus jalan desa. (DY/N-3) Media Indonesia, 26/11/2014, halaman 10