Sabtu, 27 Februari 2016

Pamer Mobil Mewah

SAAT ini, hidup striker Leicester City, Jamie Vardy, terlihat tengah sempurna. Setelah menjadi top skorer sementara di Liga Premier musim ini, ia mendapat kontrak baru senilai 80 ribu euro (Rp1,2 miliar) per minggu, Vardy sudah terlihat mengendarai mobil mewah.

Vardy terlihat datang ke markas klubnya untuk latihan dengan mengendarai Bentley Continental GT, kemarin. Mobil tersebut ditaksir berharga sekitar 168 ribu euro (Rp2,6 miliar).

Ia menjadi salah satu bintang sepak bola bermobil mewah yang setara dengan kapten Manchester United Wayne Rooney dan mantan kapten Timnas Inggris David Beckham. Rooney dan Beckham juga memiliki mobil Bentley dengan tipe yang sama.(dailymail/Mag/R-1) Vardy terlihat datang ke markas klubnya untuk latihan dengan mengendarai Bentley Continental GT, kemarin. Mobil tersebut ditaksir berharga sekitar 168 ribu euro (Rp2,6 miliar).

Ia menjadi salah satu bintang sepak bola bermobil mewah yang setara dengan kapten Manchester United Wayne Rooney dan mantan kapten Timnas Inggris David Beckham. Rooney dan Beckham juga memiliki mobil Bentley dengan tipe yang sama.(dailymail/Mag/R-1) Media Indonesia, 18 Februari 2016, Halaman 16

Sabtu, 14 Maret 2015

BANJARMASIN, KALSEL Otonomi Kelistrikan Atasi Krisis

MESKI menjadi produsen batu bara terbesar kedua di In donesia, Kalimantan Selatan masih mengalami krisis listrik. Untuk itu pemprov ha rus memperjuangkan otonomi di bidang kelistrikan.

“Sudah seharusnya Kalsel mendapat otonomi di bidang kelistrikan. Otonomi ini berarti pemerintah daerah mendapat kewenangan memberi izin pembangunan pembangkit listrik, khususnya tenaga uap yang sampai saat ini izinnya masih ditangani Kementerian ESDM,” ungkap Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming, da lam Seminar Nasional Oto nomi Daerah di Banjar masin, Sabtu (28/2).

Ia menambahkan, jika izin pembangunan kelistrikan ada di tangan pemerintah daerah, waktu yang dibutuhkan akan lebih singkat. Pembangunan pembangkit dapat melibatkan pihak swasta, sedangkan penjualan tenaga listriknya tetap oleh PLN.

Monopoli kelistrikan oleh PLN pun perlu diperhitungkan kembali. “Meski monopoli, ternyata PLN tidak punya banyak anggaran untuk memenuhi tuntutan pembangunan PLTU. Padahal, banyak perusahaan tambang besar yang sanggup membangun pembangkit listrik.” (DY/N-3) Media Indonesia, 2 Maret 2015, Halaman 26

Senin, 19 Januari 2015

KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN Nelayan Indonesia Butuh Pelatihan

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan sudah melatih lebih dari 15.500 nelayan untuk mendapat sertifikat yang diakui secara internasional. Salah satu program pelatihan nelayan dilakukan di Kapal Motor Marlin yang sering berlabuh di Pelabuhan Banyuwangi, Jawa Timur.

“Kalau ada yang mengatakan bahwa nelayan, anak buah kapal atau ABK Indonesia kualitasnya rendah, itu tidak benar. Saya berani memastikan bahwa nelayan kita banyak yang sudah besertifi kat dan mereka memiliki keahlian,” ungkap Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Suseno Sukoyono, di Kotabaru, Kalimantan Selatan, kemarin.

Pada peringatan Hari Nusantara 2014 di Kotabaru, kementerian juga melatih 40 nelayan di daerah itu. Mereka dilatih pada 8-13 Desember di atas KM Marlin. Kapal tersebut, jika tidak digunakan untuk tempat pelatihan, dioperasikan untuk menangkap ikan. Di kapal itu tersedia sejumlah perlengkapan modern, misalnya alat pancing ikan panjang serta mesin pendingin agar hasil tangkapan beku dan segar.